Monday, September 14, 2009
Ikhlas, bukan karena surga atau neraka
Oleh Armansyah
Allah menjadikan kita pada hakekatnya berfungsi sebagai khalifah-Nya diatas dunia ini, tugas kekhalifahan inilah yang apabila dijalankan dengan semestinya dilandasi oleh petunjuk-petunjuk yang Dia sampaikan dalam bentuk wahyu tekstual maupun pemahaman kita terhadap ayat-ayat universal-Nya maka akan menjadi ibadah buat kita.
Sistematika kehidupan kita ini dimulai dari setetes mani yang bercampur untuk kemudian seiring dengan sunnatullah atau hukum alamnya terus mengalami perkembangan tahap demi tahap sehingga menjadi sosok manusia sempurna, dan itupun baru pada tahapan bayi kecil tak berdaya, kembali kita tunduk pada kaidah sunnatullah yang berproses sampai menjadi dewasa dan tua, demikian seterusnya.~
Ini hendaknya menjadi bagian dari pembelajaran atas kedewasaan pola~~~pikir dan pola pemahaman
kita terhadap segala sesuatunya, jika awalnya~~~kita bertindak hanya
karena ikut-ikutan, maka mulailah kita belajar~~~kenapa kita melakukan
sesuatu atau kenapa kita harus mempercayai~~~sesuatu itu sebagai sebuah
kebenaran, demikian pula misalnya dalam hal~~~ibadah, jika sebelumnya
kita beribadah hanya karena mengharap surga~~~atau takut karena neraka,
maka belajarlah untuk mulai menyikapi~~~fenomena surga dan neraka
sebagai motivator kita kepada tingkat ibadah~~~yang lebih tinggi lagi
yaitu tingkat ibadah yang hanya berharap~~~ridho-Nya Allah.~~~~~~~~~Dengan
demikian maka tingkat keikhlasan kita beribadahpun secara
berangsur-angsur tumbuh dengan sendirinya, karena yang ada dipikiran
kita, ibadah itu untuk menyenangkan Allah, membuat Allah tersenyum
pada kita (ini istilah saya) dan bukan untuk menyenangkan diri kita
(egoistik sebab mengharap kenikmatan surgawi).~~~~~~~~~Lalu bagaimana bila
kita masih mengharap pahala dalam beribadah ? salahkah ?~~~~~~Salah atau
tidak akhirnya kembali kepada seberapa jauh good-will kita
melakukannya, tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan surga dan
nerakanya, tapi mulailah kita belajar untuk mencapai maqam lebih
tinggi dari sekedar itu.~~~~~~~~~Anggaplah ibadah karena mengharap pahala
tertentu itu adalah ibadahnya~~~anak kecil, dan karena kita sudah tidak
lagi kecil, maka kitapun harus~~~meng-update sasaran ibadah kita, sebab
demikianlah yang seharusnya~~~seperti yang tercantum dalam surah 6 ayat
162.~~~~~~~~~Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan
matiku~~~hanyalah untuk Allah, Robb semesta alam -Qs. al-An'am 6:162
-- ~~~Salamun 'ala manittaba al Huda~~~~~~ARMANSYAH
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment