Saturday, November 21, 2009

We were warned : Histeria film 2012!

Oleh : Armansyah

Histeria film "2012: We were warned" telah menyebar keseantero bumi dalam
waktu yang relatif singkat. Beranjak dari beragam fenomena dan misteri
sistem penanggalan yang ditemukan dari sisa-sisa peradaban suku Maya (yaitu
salah satu suku yang tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang atau
semenanjung Yucatan Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik
di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur) Guetemala telah sukses
menghantarkan film besutan sutradara Roland Emrich ini populer. Saya sendiri
dalam hal ini mengakui ikut menjadi korban dari promosi film tersebut,
bahkan saking histerianya, sempat salah nonton film dengan tajuk yang sama
tetapi berbeda tema, yaitu "2012: Doomsday", dengan pemeran utama Dale
Midkiff dan Cliff De Young.

<img src="http://www.facebook.com/photo.php?pid=2833479&op=1&view=all&subj=341337060156&aid=-1&auser=0&oid=341337060156&id=727558443">


Sejumlah arkeolog modern percaya bahwa suku Maya mempunyai peradaban yang
luar biasa pada masanya, bahkan diantaranya ada yang percaya bahwa peradaban
suku Maya dimasa lalu berada jauh diatas peradaban kita sekarang ini.
Peradaban suku Maya itu menurut para arkeolog yang mempercayai hal tersebut
bisa dilihat dari peninggalan mereka seperti buku-buku, meja-meja batu dan
cerita-cerita yang bersifat mistik.

Suku Maya sendiri diduga memiliki korelasi dengan sejumlah peradaban dibenua
Asia. Pasalnya, candi-candi yang terletak di kompleks Chichen Itza mirip
dengan candi di Asia. Bahkan, ada pula yang persis dengan yang dimiliki
Indonesia. Kompleks candi suku Maya di Chichen Itza dibangun sekitar tahun
502-522 Masehi. Ia merupakan bangunan peninggalan Suku Maya yang paling
lengkap dan terawat dengan baik. Kompleks candi ini cukup luas dan tiap
candi terpisah satu sama lain. Di tengah-tengah berdiri Candi El Castilo
yang bentuknya menyerupai piramida dengan atap terpancung. Yang
mengherankan, Candi El Castilo mirip dengan Candi Sukuh di Kabupaten
Karanganyar, Jawa tengah di sisi barat Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh,
Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tentang keterkaitan candi Suku Maya dan Indonesia konon pernah menjadi bahan
penelitian dari Prof. Gualberto Zapata Alonzo yang melalui bukunya "An
Overview of The Mayan World" yang terbit 2002, ia menyebutkan, seni dan
kesadaran beragama Suku Maya memiliki persamaan dengan India, Indocina dan
Indonesia. Candi Tikal di Guatemala ada kesamaan dengan piramida Naksei Chan
Crong di Angkor, Kamboja. Begitu pula dengan Candi di Paleque, Meksiko.
Candi itu mirip dengan Candi Ajanata di India. Selain itu, simbol-simbol
agama dan mitos binatang Suku Maya mirip dengan di Jawa dan Indocina. Dalam
cerita Hindhu Mahabharata dan Ramayana terdapat pula suku dengan panggilan
Maya. Bahkan, pada agama Hindu terdapat dewa bernama Maya.

Akan tetapi, hal yang membuat suku Maya menjadi fenomena utama dan akar dari
film "2012: We were warned" seperti yang sempat saya singgung sebelumnya
adalah pada kalender yang dibuat oleh bangsa Maya, berakhir pada tanggal 21
Desember 2012 !

Dan menurut orang-orang yang mempercayainya, hal itu merupakan signal dari
suku Maya bila bumi sudah mencapai titik klimaks kehidupan dan booom,
terjadilah kiamat qubro alias Doomsday.

Argumen sejumlah orang tersebut lalu mendapat pembenaran dari sejumlah
analisa dan penyelidikan yang sangat subyektif dari sejumlah kalangan
ilmuwan dengan isu keberadaan planet nibiru atau planet x yang sedang
berjalan menuju kearah planet bumi kita dan bersiap menjadi alat
penghancurnya.

Menariknya, ketua suku Maya sendiri, Apolinario Chile Pixtun dan arkeolog
Meksiko, Guillermo Bernal, keduanya mencatat bahwa "histeria kiamat" dalam
film "2012: We were warned" justru bertentangan dengan dengan apa yang
sebenarnya dipahami oleh mereka sendiri. Apa yang didengung-dengungkan oleh
sejumlah orang tentang terjadinya kiamat pada tahun 2012, hanyalah sebuah
bualan dan sisipan terhadap kenyataan ramalan suku Maya.

Sebagai seorang muslim yang tahu akan eksistensi nash didalam Islam
menyangkut hari akhir, saya tidak akan menganggap serius segala teori yang
berkaitan dengan tanggal 21 Desember 2012. Entah itu yang dikemukakan
melalui berbagai film semacam "2012: We were warned" atau sejenisnya maupun
apa yang dilontarkan secara terang-terangan diluarnya. Bahwa apa yang
disebut sebagai hari kehancuran, Armageddon, Doomsday atau kiamat itu pasti
akan datang. Ini sudah menjadi ketentuan dari Allah melalui hukum alam yang
ada.

Didalam kitab suci Al-Qur'an sendiri keimanan kepada Allah hampir selalui
dikaitkan pada keimanan pada adanya hari akhir sebagaimana misalnya dalam
Al-Baqarah [2]:8, Al-Baqarah [2]:126, Al-Baqarah [2]:228, Al-Baqarah
[2]:232, Ali Imran [3] :114, An-Nisaa [4]:39], An-Nisaa [4]:59, An-Nisaa
[4]:162, At-Taubah [9]:18-19, At-Taubah [9]:44, Al-Ankaabut [29]:36,
Al-Mujaadilah [58]:22 dan masih banyak lagi ayat-ayat didalam Al-Qur'an yang
semisal. Intinya bahwa kepercayaan seorang muslim terhadap eksistensi Tuhan
memiliki korelasi yang tidak terpisahkan dengan keharusannya untuk
mempercayai akan tibanya hari kiamat itu sendiri. Dia menjadi satu kesatuan
yang utuh dan membentuk fondasi kepercayaan didalam Islam. Siapa yang
mendustakannya secara jelas dinyatakan oleh Al-Qur'an sebagai orang yang
sesat!

<img src="http://www.facebook.com/photo.php?pid=2833465&op=1&view=all&subj=341337060156&aid=-1&auser=0&oid=341337060156&id=727558443">


Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang
Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisaa' [
4]:136)

Hanya saja tinggal lagi kapan waktunya tiba, ini dia yang kita tidak bisa
mengetahuinya secara pasti. Semua orang boleh-boleh saja melakukan analisa
dan prediksi sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Akan tetapi
seperti yang juga saya tulis dalam buku "Ramalan Imam Mahdi: Akankah ia
datang pada 2012 [Serambi, 2008]" bahwa semua prediksi yang dilakukan itu
hanyalah sebatas praduga yang tidak memiliki validasi kepastian apapun.

Jangankan untuk berbicara kepastian tibanya hari kiamat, memprediksikan
tanggal dan waktu terjadinya gempa bumi saja sampai hari ini faktanya tidak
ada satu negara maju manapun yang bisa melakukannya secara akurat. Semua
bermain dalam praduga dan waktu antara (range domain) namun coba lihat gempa
di Sumatera Barat dan Tasikmalaya atau Tsunami di Aceh dan Yogya.

Sejauh ini, seluruh nash keagamaan didalam Islam yang berbicara masalah
kiamat lebih banyak kepada perujukan tanda-tanda yang akan menjadi pemicu
terjadinya hari akhir tersebut dan bukan merujuk pada tanggal maupun waktu.
Semua secara jelas dinyatakan tertutup bagi siapapun kecuali Allah semata.
Saya tidak akan membahas masalah tanda-tanda kiamat dalam versi Islam karena
memang sebenarnya ini sudah saya bahas secara detil dalam buku "Ramalan Imam
Mahdi: Akankah ia datang pada 2012 [Serambi, 2008]". Jadi bagi anda yang
ingin tahu lebih banyak mengenai ini silahkan saja membaca buku tersebut.

Oke kita kembali dulu pada pembahasan film "2012: We were warned". Secara
jujur saya kataka bahwa film ini memang menarik untuk disaksikan. Visual
effect yang disuguhkan sungguh luar biasa dan membuat film ini terasa hidup
dan mendebarkan.

Akan tetapi jika kita berbicara masalah drama atau alur cerita, dalam
pandangan saya pribadi film ini biasa saja. Datar dan bisa ditebak, tidak
ubahnya seperti film-film science fiction Hollywood lainnya. Sebut saja
Independence Day (ID4), The day after tomorrow, Armageddon, Double Impact,
war of world dan sejenisnya. Apalagi ending dari film ini tidaklah kiamat
dalam arti yang sebenarnya namun replika saja dari kejadian dijaman Nuh a.s
melalui banjir besarnya yang membentuk ulang struktur bumi dan permukaannya.

Histeria yang ditonjolkan difilm ini lebih pada penggambaran terjadinya
tsunami raksasa yang menelan seluruh isi bumi, gempa besar yang disertai
keluarnya api dari dalam bumi yang menghancurkan istana Vatikan sampai
Patung Yesus di Rio Jeneiro dan seterusnya. Saya pribadi mengacungi 4 jempol
untuk sound system dan visual effect film ini. Terlepas dari alur cerita dan
tokoh yang ditampilkannya, konten film "2012: We were warned", sangat bagus
untuk menjadi muhasabah diri setiap kita berkaitan dengan penggambaran
terjadinya hari akhir.

Memang tidak akan sama persis seperti yang disampaikan oleh kitab suci,
namun secara subyektif, film ini mampu menghadirkan imajinasi kita terhadap
dahsyatnya kejadian dihari kiamat tersebut.


--
Salamun 'ala manittaba al Huda

ARMANSYAH

Ramalan Kiamat Pasti Selalu Gagal

Sumber :
http://www.voa-islam.net/news/features/2009/11/16/1700/ramalan-ramalan-kiamat-yang-selalu-gagal/

Sepanjang sejarah, banyak sekali ramalan-ramalan tentang kiamat, tapi
semuanya gagal dan tidak pernah terbukti. Inilah beberapa daftar RAMALAN
KIAMAT yang GAGAL:

*Kiamat Tahun 1866*
Banyak penganut Kristen meyakini angka 666 adalah angka iblis, sehingga
ketika menjelang tahun 1666, tahun itu diartikan sebagai akhirnya zaman.

*Kiamat Tahun 1843*

William Miller, pendeta Advent asal Inggris mendapat pewahyuan tahun 1815,
bahwa kiamat akan terjadi tahun 1843. Penerusnya kemudian merevisi kiamat
akan terjadi tahun 1844.

*Kiamat Tahun 1870*
Penganut Kristen sekte Kesaksian Jehovah yang didirikan tahun 1870-an pernah
meramalkan bahwa dunia akan kiamat pada 1914.
Namun, begitu lewat tahun 1914, mereka hanya mengatakan 'tidak lama lagi'.

*Kiamat November/Oktober 1982*
Pada akhir tahun 1976, Pat Robertson memprediksi bahwa akhir dunia akan
datang pada bulan November atau Oktober 1982. Dalam siaran Mei 1980 dari The
700 Club, ia menyatakan, "Saya menjamin Anda pada akhir tahun 1982 akan
menjadi hari penghakiman pada dunia."

*Kiamat 9 September 1999*
Sang "Imam Mahdi" Syamsuri pernah meramalkan bahwa 9 September 1999 adalah
hari kiamat. Ratusan orang diajak ke padepokannya menyambut kiamat tepat
pukul 09.00 WIB. Sebelum ramalan itu terwujud, ia malah diciduk polisi. Palu
hakim menghukumnya 11 bulan penjara.
Begitu ramalan kiamatnya pada 9-9-1999 meleset, dia berkilah. "Kiamat tetap
akan terjadi dalam waktu dekat ini," katanya. Setelah kiamat, orang-orang
terpilih yang masih hidup. Kakek 15 cucu inilah yang bakal memimpin mereka.
Itu sebabnya, dia tetap menunggu kiamat, sambil mengurus kebun jeruk di
belakang rumahnya.(GATRA, Jumat 14 November 2003).

*Kiamat 31 Desember 1999*
Joseph Kibwetere dari Uganda (Afrika), pendiri The Movement for the
Restoration of the Ten Commandments of God, bernubuat bahwa dunia akan
berakhir pada 31 Desember 1999 (yang diralat menjadi 31 Desember 2000).
Tahun 1998, ia dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa.
Sebelum 31 Desember 2000 ia menyuruh seluruh jemaatnya berkumpul dalam
sebuah bangunan gereja. Setelah jemaat berkumpul, pintu serta jendela gereja
ditutup dan Joseph membakar gereja tersebut. Akibatnya, ketika api padam,
pihak keamanan menemukan 330 tengkorak manusia dalam keadaan gosong di
antara puing-puing.

*Akhir Tahun 1999*

Menjelang berakhirnya tahun 1999, muncul istilah Y2K pada komputer yang
diyakini mempengaruhi semua sistim komputer dunia.
Wall Street Journal memprediksikan bahwa pada 1 Januari 2000 akan terjadi
kekacauan yang amat besar setara dengan kiamat di muka Bumi.

*Kiamat 5 Mei 2000*

Dalam bukunya, Ice: The Ultimate Disaster (1997) Richard Noone
memprediksikan bahwa pada 5 Mei 2000, planet-planet akan bersejajar dan
kehidupan akan berakhir seiring dengan mencairnya semua es di muka Bumi.
Sekitar 18 bulan sebelum "hari kiamat" itu, Benjamin Radford (dari Skeptical
Inquirer science magazine), mewawancarai Mr Noone tentang buku dan
ramalannya; Radford sempat bertanya apakah mereka bisa mengatur
pertemuan/wawancara pada tanggal 6 Mei 2000, kalau-kalau dunia tidak
berakhir. Tapi Noone menolak.
Kiamat 10 November 2003 (akhir dari akhir zaman?)
Mangapin Sibuea dari Bandung Selatan dan para pengikutnya, sekitar 300 orang
berkumpul dan melakukan ritual, seperti menyanyi, menari, dan berpuasa, ada
yang 3 hari 3 malam tak makan, ada juga yang 7 hari 7 malam tak makan. Semua
itu dilakukan untuk bersiap-siap menjemput Kiamat, 10 November 2003.

*Kiamat 21 Desember 2012*

Menurut NASA, ilmuwan terpercaya di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada
ancaman yang berhubungan dengan tahun 2012. Planet kita telah menjadi tempat
hidup yang baik selama lebih dari empat miliar tahun.
NASA bersikeras kalender Maya sebenarnya tidak berakhir pada 21 Desember
2012, yang dianggap sebagai akhir dari peradaban manusia sekarang dan
mulainya peradaban baru.
Bangsa Maya Modern di Guatemala dan Meksiko juga menyangkal ramalan tentang
kiamat. "Tidak ada konsep kiamat dalam budaya Maya," demikian kata Yesus
Gomez, kepala the Guatemalan confederation of Mayan priests and spiritual
guides, kepada The Sunday Telegraph.
Cirilo Perez, seorang penasihat Presiden Guatemala Alvaro Colom, mengecam
eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar. "Ketika orang asing
melihat kita, mereka berpikir 'Lihat Maya, betapa baiknya, betapa cantik',
tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti kita." katanya.

Kiamat adalah rahasia Tuhan. Siapapun yang meramal pasti akan gagal [taz]